Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Pandangan Islam Tentang Wanita Karir

Allah Ta’ala menciptakan laki-laki dan wanita dengan karakteristik yang berbeda. Secara alami (sunnatullah), laki-laki memiliki otot-otot yang kekar, kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang berat, pantang menyerah, sabar dan lain-lain. Cocok dengan pekerjaan yang melelahkan dan sesuai dengan tugasnya yaitu menghidupi keluarga secara layak.

Sedangkan bentuk kesulitan yang dialami wanita yaitu: Mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan mendidik anak, serta menstruasi yang mengakibatkan kondisinya labil, selera makan berkurang, pusing-pusing, rasa sakit di perut serta melemahnya daya pikir, sebagaimana disitir di dalam Al-Qur’an , “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS. Luqman: 14).

Ketika dia melahirkan bayinya, dia harus beristirahat, menunggu hingga 40 hari atau 60 hari dalam kondisi sakit dan merasakan keluhan yang demikian banyak, tetapi harus dia tanggung juga. Ditambah lagi masa menyusui dan mengasuh yang menghabiskan waktu selama dua tahun. Selama masa tersebut, si bayi menikmati makanan dan gizi yang dimakan oleh sang ibu, sehingga mengurangi staminanya.

Oleh karena itu, Dienul Islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan/karir yang tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaannya dan tidak mengungkung haknya di dalam bekerja, kecuali pada aspek-aspek yang dapat menjaga kehormatan dirinya, kemuliaannya dan ketenangannya serta menjaganya dari pelecehan dan pencampakan.

Dienul Islam telah menjamin kehidupan yang bahagia dan damai bagi wanita dan tidak membuatnya perlu untuk bekerja di luar rumah dalam kondisi normal. Islam membebankan ke atas pundak laki-laki untuk bekerja dengan giat dan bersusah payah demi menghidupi keluarganya.

Maka, selagi si wanita tidak atau belum bersuami dan tidak di dalam masa menunggu (‘iddah) karena diceraikan oleh suami atau ditinggal mati, maka nafkahnya dibebankan ke atas pundak orangtuanya atau anak-anaknya yang lain, berdasarkan perincian yang disebutkan oleh para ulama fiqih kita.

Bila si wanita ini menikah, maka sang suamilah yang mengambil alih beban dan tanggung jawab terhadap semua urusannya. Dan bila dia diceraikan, maka selama masa ‘iddah (menunggu) sang suami masih berkewajiban memberikan nafkah, membayar mahar yang tertunda, memberikan nafkah anak-anaknya serta membayar biaya pengasuhan dan penyusuan mereka, sedangkan si wanita tadi tidak sedikit pun dituntut dari hal tersebut.

Selain itu, bila si wanita tidak memiliki orang yang bertanggung jawab terhadap kebutuhannya, maka negara Islam yang berkewajiban atas nafkahnya dari Baitul Mal kaum Muslimin.

Solusi Islam Terhadap Diskursus Karir Wanita

Ada kondisi yang teramat mendesak yang menyebabkan seorang wanita terpaksa bekerja ke luar rumah dengan persyaratan sebagai berikut:
  • Disetujui oleh kedua orangtuanya atau wakilnya atau suaminya, sebab persetujuannya adalah wajib secara agama dan qadla’ (hukum).
  • Pekerjaan tersebut terhindar dari ikhtilath (berbaur dengan bukan mahram), khalwat (bersunyi-sunyi, menyendiri) dengan laki-laki asing; Sebab ada dampak negatif yang besar. Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (bersunyi-sunyi, menyendiri) dengan seorang wanita, kecuali bila bersama laki-laki (yang merupakan) mahramnya”. (HR. Bukhari).
  • Menutupi seluruh tubuhnya dihadapan laki-laki asing dan menjauhi semua hal yang berindikasi fitnah, baik di dalam berpakaian, berhias atau pun berwangi-wangian (menggunakan parfum)
  • Komitmen dengan akhlaq Islami dan hendaknya menampakkan keseriusan dan sungguh-sungguh di dalam berbicara, alias tidak dibuat-buat dan sengaja melunak-lunakkan suara. Firman Allah, “Maka janganlah sekali-kali kalian melunak-lunakan ucapan sehingga membuat condong orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit dan berkata-katalah dengan perkataan yang ma’ruf/baik”.(Al-Ahzab: 32)
  • Hendaknya pekerjaan tersebut sesuai dengan tabi’at dan kodratnya seperti dalam bidang pengajaran, kebidanan, menjahit dan lain-lain.
Wallahu'alam...

Read More.....

Sabtu, 07 April 2012

Catatan Dari Seorang Sahabat 2 : Wanita Harus SMART Dalam Menentukan Pilihan Hati

Assalamualaikum, 

Sahabat, 

Setiap pria dan wanita pasti memiliki criteria masing-masing dalam menentukan siapa orang yang akan dia pilih sebagai pendamping hidupnya yang pasti setiap orang akan berkata “Nyari pendamping hidup itu liat agamanya” sesuatu yang tidak salah. Tetapi sangat disayangkan di zaman sekarang banyak orang yang memilih pendamping hidup hanya dilihat dari segi duniawi saja. Paras muka menjadi prioritas yang paling utama. Astagfirullah 

Bila membicarakan masalah pilihan hati saya teringat dengan  perkataan teman-saya : 

“Banyak pria menggunakan logika dalam dalam menentukan pilihannya jarang yang menggunakan perasaan, sehingga walaupun jatuh bangun dalam proses penentuan pilihan hati mereka jarang sekali terpukul dan terpuruk ketika gagal untuk menggapainya, pria masih bias bangkit dan yakin bahwa di luar sana masih banyak yang terbaik untuknya yang telah Tuhan ciptakan.” (pengalaman pribadi ^_^) 


“Sedangkan wanita, banyak wanita yang menentukan hati banyak menggunakan perasaaannya banyak yang tidak memakai logika. Sehingga ketika dia jatuh dan gagal dalam menggapai impian bersama pilihan hatinya, banyak mereka yang “GALAU” terpukul dan terpuruk dalam keadaan. Seakan-akan mereka tidak yakin bahwa apa yang terjadi itu hanyalah sebuah mimpi bukan sebuah kenyataan. Sehingga mereka tidak bias berpikir realistis dengan semuanya bahkan ada yang tidak meyakini bahwa masih banyak pria baik di dunia untuk mereka. Mereka selalu meyakini bahwa “Sang Mantan” lah yang terbaik” 


Menanggapi fenomena wanita yang seperti itu teman wanita saya yang bernama Anisa Nurkhasanah ( Barakallahu Fik : smoga Allah selalu merahmati kebaikan untuk mu,,, amiin) berkata :


“Satu-satunya cara buat bahagia itu cuma IKHLAS, IKHLAS melepas masa lalu dan maju ke masa depan. IKHLAS menerima perubahan keadaan karena PERUBAHAN tidak bisa dihindari akan PERUBAHAN yang menjadikan hdup berwarna. CINTA tidak perlu belajar, cinta datang dengan sendirinya, saat wanita memutuskan buat maju ke masa depan dan memilih yang baru berarti mereka harus KONSEKUEN untuk meninggalkan masa lalu, itu siklus khidupan, SAYANG itu pilihan juga, kalo dari awal punya KOMITMEN lupain masa lalu dan bener-bener mau ngejalanin serius sama yang baru nanti lama-lama beneran bisa sayang, ya gak instan sih semua butuh proses, luka dihati wanita itu lama sembuhnya karena wanita sendiri lebih suka terluka dan hidup di masa lalu, mereka akan lebih sayang sama orang yang melukai mereka daripada orang yang brusaha keras menarik perhatiannya dengan seribu kebaikan”


Dari situ saya berpikir sebenarnya apa yang salah sehingga hadir fenomena seperti itu. Karena banyak sekali teman wanita saya yang kena sindrom itu. Banyak teman saya yang curhat dan sedikit meminta saran sama saya, walaupun saya juga sama sedikit kena sindrom “GALAU”, heeeee. Saya mencoba mencari jawaban untuk bisa sedikit memberi saran yang bisa membuat mereka sedikit bangkit dari keterpurukannya. Saya pun mencari dan mencoba searching di mbah google.com

Alhamdulillah, Allah masih meridhoi langkah saya untuk dapat membantu sesama. Kemudian saya menyampaikan ilmu yang saya dapet dan berkata kepada mereka (teman2 wanita saya) : 

“Wanita itu harus SMART dalam menentukan dan memilih jodoh untuk mendampingi hidup ini dan berjuang menjalankan tugas sebagai seorang manusia yang terlahirkan di dunia. Sebagai khalifah di muka bumi ini. 

Smart dari wanita dalam hal ini adalah pertimbangan dalam menentukan dan memilih jodoh, yaitu: 


1. Pikiran. 


Wanita harus smart menggunakan pikirannya dalam menentukan dan memilih jodohnya. Wanita harus mempertimbangkan foktor-faktor real, untung ruginya memilih seseorang sebagai pendamping hidup. Cari yang sevisi dan semisi dengan jalan hidup kita. 


2. Hati 


Wanita harus bertanya pada hati kecilnya yang cenderung berkata benar. Kita harus dapat membedakan antara suara hati kita dan hasrat yang cenderung bersifat ke arah nafsu. Disini harus ada komunikasi antara kita sebagai manusia dengan pemilik kehidupan ini, kita bisa mempertanyakan apakah jodoh kita adalah si A dengan sholat istikharah. Temukan suara hatimu. 


3. Perasaan 


Pendamping hidup adalah seorang yang akan menemani kita selama sisa hidup kita. Dia tempat berbagi suka maupun duka, curhat bagi kita. Dia harus dapat menerima kita dalam keadaan terpuruk sekalipun. Dia harus dapat menghibur disaat kita bersedih. Begitupun sebaliknya. Wanita harus mempunyai “rasa” terhadap pasangan yang akan dipilihnya. Dia juga harus bias menjadi seperti “pahlawan super” bias berubah seperti apa yang kita inginkan. Bukan berubah menjadi seperti superman atau batman tapi harus bias merubah dirinya kapan dia bisa menjadi seorang suami yang mengayomi istrinya, seorang ayah bagi istri maupun anak-anaknya, seorang sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan untuk berbagi cerita suka maupun duka dan yang terpenting menjadi seorang imam yang menjadi panutan dalam keluarga. 

Sahabat, jangan hanya mengandalkan perasaan saja, karena akan terasa sakit bila tersakiti atau kecewa dengan sesuatu yang tidak bisa kita gapai.” 

Sedikit menceritakan tentang postingan saya yang "Menentukan Pilihan Hati" agar mereka bisa lebih yakin dan percaya bahwa “Semua kan indah pada waktunya, Selalu yakin bahwa Allah telah menciptakan makhluk terindah untuk menemani kita di sisa hidup di dunia ini dan di syurga-Nya kelak” dengan bercerita sedikit tentang "Catatan Dari Seorang Sahabat" bahwa tulang rusuk itu tidak pernah tertukar. 

Wahai sahabat-sahabat ku, tak perlu takut dalam menentukan pilihan hati, dan tak usah sampai terpuruk bila kalian gagal dalam menggapainya, SEMANGAT untuk gapai kasih sayang dalam ridho-Nya. Semoga selalu dalam keberkatan Allah. Amiin

Wallahu’alam
Read More.....

Senin, 05 Maret 2012

Sepenggal Tentang Wanita dari Al-Quran dan Al-Hadist



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang 


Berikut ini beberapa ayat dari alquran dan alhadist tentang wanita :


.: Q.S. Al A’raaf : 26


Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.


.: Q.S. An Nuur : 31


Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.


.: Q.S. An Nuur : 60


Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


.: Q.S. Al Ahzab : 53


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

.: Q.S. Al Ahzab : 55


Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

.: Q.S. Al Ahzab : 59

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang…. Maha benar ALLAH dengan segala firman-NYA.


adapun Rasulullah SAW, manusia termulia dan terbaik sepanjang masa pun mengakui dan sangat memuliakan wanita. ini buktinya :


Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda:

“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)


Dalam lafazh lain:

“Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam lafazh lain:

“Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)


Wanita dan Keindahan

Sudah menjadi sunnatullah bagi anak Adam diberikan kepada mereka berbagai kenikmatan yang mereka cintai dan dijadikan indah pandangan mereka dengannya di dunia ini sebagaimana dalam firman Alloh:


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)

Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadikan kecintaan manusia dalam ayat ini Alloh mendahulukan wanita sebelum yang lain, hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar kenikmatan, kesenangan dan perhiasan hidup di dunia ini. Tidak terkecuali bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.”(HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohihkan oleh Syaikh Al Albani)

Walhasil, Alloh telah menciptakan wanita sebagai perhiasan dan bahkan perhiasan terbesar dunia ini namun sekaligus ia juga merupakan fitnah terbesar di dunia ini yang pernah diciptakan Alloh bagi kaum laki-laki.

Wanita Sholihah

Alloh telah memberikan sebuah definisi wanita sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia, sebagaimana dalam firman-Nya:

“…Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)…” (QS. an-Nisa’:34)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam juga memberikan gambaran wanita sholihah terbaik sebagaimana dalam hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya:’Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab:

‘(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, mentaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.’” (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani).

Beliau Shalallahu ‘alaihiwassalam juga berwasiat untuk memilih wanita yang memiliki dien (agama) yang baik sebagai ukuran keshohihan seorang wanita, bukan kecantikan, kedudukan atau hartanya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam beliau bersabda:

“Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, kecantikannya dan karena dien (agama)-nya; maka pilihlah yang memiliki dien maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Khotimah

Bagi laki-laki, hal ini merupakan wasiat agar mereka memilih wanita bukan sekedar karena kecantikan, kedudukan atau harta wanita semata. Karena hal itu bukanlah ukuran kebahagiaan yang hakiki di dunia ini. Namun hendaknya ia lebih mengutamakan sisi dien karena hal itulah yang akan memberikan hakikat kebahagiaan hidupnya di dunia ini dan di akhirat.

Adapun bagi para wanita, ini merupakan dorongan untuk menjadi perhiasan terbaik di dunia ini, wanita yang sholihah, wanita yang mendorong suami dan keluarganya untuk semakin beriman dan bertaqwa kepada Alloh, bukan wanita yang menjadi fitnah terbesar bagi kaum laki-laki yang menjadikan mereka semakin menjauh dari Alloh dan menyeret mereka ke jurang nereka Jahanam.

Sedangkan bagi para orang tua, ini tentunya sebuah pengingat bahwa ada amanah menunaikan kewajiban mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah guna menggapai kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.




waallahu'alam,


Di nukil dari Majalah Al Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-1 (1428H/2007M)
Read More.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Photobucket
Ad